Pasangan Disabilitas Nikah Masal di Gedung Sate


BANDUNG, (PR).- Gedung Sate menjadi saksi bisu pernikahan 14 pasang disabilitas yang mengikuti nikah massal yang diadakan Mimbar Hiburan Amal Bagi Dhuafa (MHABD) yang ke-28, Rabu, 17 Mei 2017. Hadir saat itu Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sebagai saksi hidup salah satu mempelai yang saat itu diwakili oleh pasangan Engkon dan Dedi.

Suasana halaman Gedung Sate saat itu semakin meriah, pasangan pengantin baru yang memiliki keterbatasan penglihatan itu diberikan kehormatan sawer oleh Deddy dan sang istri Giselawati Mizwar.

Pada kesempatan tersebut pun, kegiatan tersebut masuk deretan Rekor, Original Record Indonesia (ORI) karena dianggap pernikahan masal dengan peserta yang unik.

Kegiatan tersebut merupakan‎ tradisi tahunannya mengundang para dhuafa dan penyandang disabilitas untuk bersuka cita menyambut tibanya Ramadhan.

Ketua Panitia MHABD 2017 Ina Wiyandini atau Ina Cookies mengatakan, selain nikah masal, MHBD 2017 diisi dengan berbagai acara yaitu pembagian 1.000 paket bingkisan sembako untuk masyarakat yang membutuhan dan 700 paket sembako untuk karyawan Gol 1 di lingkungan Gedung Sate.

"Ada juga pijat massal 1.001 peserta oleh 100 para penyandang tunanetra terampil yang akan memecahkan Rekor ORI (Original Record Indonesia) Ketiga acara ini akan dimeriahkan dengan iring-iringan calon pengantin dengan mengendarai mobil VW Safari (Komunitas Safari Bandung) dari Hotel Grand Tebu dan Hotel Tebu di Jalan RE Martadinata ke Halaman Gedung Sate," kata dia.


Acara juga akan dimeriahkan dengan kehadiran para artis ternama seperti Doel Sumbang, Nasyid Sam’an, MUPLA, Rino (Penyandang Autis Ajaib), serta berbagai hiburan lainnya.

Ina menambahkan, MHABD tahun ini merupakan penyelenggaran yang ke 28 kali. Semula pelaksanaan MHABD ditempatkan di Pendopo Kota Bandung, namun sesuai dengan semangat berbagi yang lebih luas, tahun ini diselenggarakan di Gedung Sate.

“Harapannya ke depan, bukan hanya di kota Bandung saja tetapi juga di kota-kota lain di Jawa Barat. Bahkan bukan tidak mungkin nanti bisa menyelenggarakan MHABD tingkat dunia sehingga dengan cara ini kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Islam itu rahmatan lil alamin dan menyayangi umatnya,” kata Ina.

Alumni nikah massal MHABD sampai saat ini sudah mencapai lebih dari 200 orang. Pada MHABD tahun ini bukan hanya disabilitas netra yang dinikahkan tetapi juga para penyandang disabilitas lainnya. Para alumni nikah massal MHABD ini tidak hanya dinikahkan tetapi juga diberikan pelatihan kewirausahaan. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menciptakan 1.000 wirausaha baru di Jawa Barat.


http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2017/05/17/pasangan-disabilitas-nikah-masal-di-gedung-sate-401322