fbpx

Ketika Wirausaha (Harus) Jadi Pilihan

Berkunjung ke sebuah pabrik kue di Jalan Bojong Koneng Atas, Bandung, aroma kue kering yang sedang dipanggang tercium menggoda setiap orang yang lewat untuk mampir. Wangi itu kian menyengat kala sampai pada sebuah pabrik kue kering yang bertuliskan Ina Cookies.

Ina Cookies adalah nama produk kue kering (cookies) karya Ibu Ina Wiyandini dan keluarga yang kini menjadi sebuah ikon cookies di Bandung. Bukan hanya karena rasanya yang enak, penampilannya pun istimewa. Mulai dari penampilan yang dibuat memikat sampai kemasannya yang unik. Karena itu, tidak heran meskipun pada awal berdirinya tahun 1994 promosinya lebih banyak mengandalkan hanya dari mulut ke mulut, Ina Cookies bisa cepat dikenal oleh para penggemar cookies di daerah tempat tinggalnya.

Sebenarnya, awal Ibu Ina merangkak membangun usaha sendiri hanyalah demi memenuhi kebutuhan dapur keluarga semenjak usaha bisnis jahe gajah yang dirintis suaminya menemui kegagalan. Dengan bantuan kakak iparnya, Ida Sartika -yang sudah lebih dulu merintis usaha kue kering- Ibu Ina pun mulai menjalani bisnis kue kering yang diawali dengan hanya membuat lima macam kue kering, yaitu Kastengels, Nastar, Putri Salju, Cornflake Putih, dan Koko Krunch.

Memulai usaha baru memang tidak mudah, memerlukan kesabaran serta keuletan. Adanya cemoohan ataupun sindiran yang datang tidak membuat Ibu Ina dan suaminya berputus asa. Dengan bermodalkan bahan-bahan kue dan peralatan yang sebagian dipinjamkan kakak iparnya itulah, Ibu Ina mulai memproduksi kue dan memenuhi pesanan dari para tetangganya. “Awalnya saya coba berjualan ke tetangga. Ternyata responsnya bagus. Lalu saya teruskan jualan ke ibu-ibu arisan dan teman-teman dekat,” ungkapnya. Kue kering buatannya pun ternyata laris manis. Produksi yang mulanya hanya enam stoples tiap hari tidak cukup lagi untuk memenuhi permintaan sehingga ia mencoba menambah produksi sesuai permintaan.

Namun, hal ini tidak mudah. Sebagaimana usaha lainnya, kala itu usahanya terkendala oleh modal. Untungnya, sang kakak ipar tidak tinggal diam. Melihat usahanya maju, sang kakak tidak segan-segan memberi pinjaman modal. Perlahan tapi pasti produk kue kering Ibu Ina semakin dikenal. Dengan modal yang seadanya tersebut, usaha Ibu Ina semakin menunjukkan perkembangan. Semangat Ina untuk maju dan sukses dalam bisnis ini makin menggebu kala kue buatannya semakin diterima pasar.

Berkat kue pula, Ibu Ina banyak diminta untuk menjadi pembicara di kampus, seperti Unpad, UPI, Unisba, LP3I, NHI, dan lainnya. Organisasi, seperti IPPI, IWAPI, BKOW, dan lainnya serta Instansi, seperti Telkom, Pertamina, PJKA, Semen Gresik, BI, dan lain-lain. Ibu Ina pun sering mengisi acara di beberapa media massa seperti RRI, Trans TV, Trans 7, Indosiar, RCTI, SCTV, dan Metro. Begitu pula di berbagai media cetak baik lokal maupun nasional.

Selain diekspos oleh media, Ibu Ina pun aktif dalam menyelenggarakan program-program pelatihan kewirausahaan. Tidak berhenti sampai di situ, saat ini Ina tergabung dalam Ikatan Pembauran Perempuan Pengusaha Indonesia sebagai Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dalam organisasi ini.

Ibu Ina mengaku bahwa tanpa bantuan sang Ilahi, usahanya tidak akan bisa sukses. Oleh sebab itu, setiap hari sebelum mulai bekerja, ia bersama semua karyawannya senantiasa berdoa, tidak melupakan kewajibannya selain kepada sesama juga kepada sang Khalik, serta senantiasa tertanam di dalam hati apa pun yang kita kerjakan harus diniatkan karena Allah SWT. “Bisa membuka lapangan pekerjaan yang luas ini aku niatkan sebagai salah satu bentuk ibadahku kepada Allah.” Tekad Ina.

Begitu banyak orang sukses dan menjadi berlebih dalam segala hal. Namun, sedikit orang yang mampu menarik titik balik dari kesuksesannya dan menjadikannya lebih bermanfaat, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang banyak.

 

 
  We hate spam and never share your details.