Mengenal Keju Natural dan Keju Olahan

Sudah umum diketahui bahwa keju adalah bahan pangan yang dibuat dari susu. Susu bisa berasal dari susu sapi, susu kerbau, susu kambing, susu domba, susu unta, dan lain-lain. Masing-masing jenis susu akan menghasilkan keju yang berbeda-beda. Sebagai contoh, dengan cara pengolahan yang sama, keju feta yang dibuat dengan menggunakan susu sapi akan mempunyai ciri khas yang berbeda dibandingkan dengan yang dibuat dengan susu kambing. Perbedaan yang utama terletak pada aroma dan flavornya.

Sejak awal dikembangkan, sudah tak terhitung pengalaman mencoba para pembuat keju untuk menghasilkan aneka jenis keju dari yang teksturnya lunak sampai keras dan dari yang aromanya ringan sampai tajam. Secara sederhana, pembuatan keju adalah pengetahuan untuk mengubah sejumlah susu menjadi suatu blok keju. Susu dikoagulasi untuk menghasilkan gumpalan dengan memanfaatkan hasil kerja asam laktat, yang dihasilkan dari penguraian laktosa susu oleh mikroba starter keju, dan enzim penggumpal. Whey yang dihasilkan selanjutnya dipisahkan dari gumpalannya untuk kemudian gumpalan tersebut diolah dengan berbagai perlakuan yang dapat menghasilkan banyak jenis keju natural. Keju natural yang dihasilkan dapat dikonsumsi dalam keadaan segar atau diperam terlebih dahulu.

Keju yang diperam akan mempunyai flavor yang lebih kuat dibandingkan keju segar. Sebagai contoh keju natural yang paling populer adalah keju cheddar yang asal mulanya dibuat di desa kecil Cheddar, Inggris. Keju ini dapat diolah lebih lanjut menjadi keju cheddar olahan. Keju cheddar yang muda, sedang, dan tua dicampur dan dipanaskan secara pasteurisasi dengan menambahkan emulsifier hinggga membentuk gel dalam keadaan panas. Lalu gel tersebut segera dikemas sesuai bentuk dan beratnya serta didinginkan hingga mengeras kembali. Hasil akhirnya disebut sebagai keju cheddar olahan. Keju olahan dapat juga dibuat dengan menggunakan keju natural jenis lain, misalnya keju gouda. Hasilnya disebut sebagai keju gouda olahan. Bila keju natural yang digunakan adalah keju emmental, maka hasilnya menjadi keju emmental olahan. Dua jenis yang terakhir ini memang tidak populer di Indonesia, namun dapat menjadi variasi rasa pada penggunaannya untuk kuliner.

Selain itu, dalam pembuatan keju olahan bisa juga menggunakan campuran beberapa jenis keju natural hingga mempunyai sensasi rasa yang khas. Campuran dengan bahan-bahan lain juga menambah kekayaan variasi keju olahan. Misalnya dengan menambahkan rasa onion, smoke, tomat, buah-buahan, kacang-kacangan, dan lain-lain. Pada prinsipnya, keju natural dibuat dari susu, sedangkan keju olahan dibuat dari keju natural. Meskipun tidak sama persis, keduanya sama-sama merupakan produk yang berasal dari susu sehingga dapat digunakan sebagai pilihan dalam hidangan maupun olahan pangan yang mengandung keju.

Pratomodjati

Table of Contents

Artikel Terkait

10 Tempat Oleh-oleh Bandung yang Bisa Jadi Pilihan Wisatawan

Sudah jauh-jauh liburan ke Bandung, masa pulang dengan tangan kosong? Selain menikmati udara sejuk, berburu kuliner, dan mengunjungi tempat wisata yang menarik, mencari oleh-oleh juga menjadi salah satu agenda yang sayang dilewatkan. Apalagi, Bandung punya banyak pilihan buah tangan yang bisa disesuaikan dengan selera, mulai dari kue klasik hingga camilan

Read More »
Rekomendasi Oleh-oleh Populer Bandung! Cocok Dibawa Pulang.

Rekomendasi Oleh-oleh Populer Bandung! Cocok Dibawa Pulang

Bandung selalu punya alasan untuk membuat wisatawan pulang membawa lebih dari sekadar foto perjalanan. Kota ini juga dikenal sebagai salah satu destinasi berburu oleh-oleh, mulai dari camilan tradisional hingga kreasi makanan kekinian yang cocok dibagikan kepada keluarga, teman, maupun rekan kerja. Pilihan oleh-oleh Bandung pun semakin beragam. Selain produk yang

Read More »

Faktor Sosio-Ekonomi yang Mempengaruhi Pola Konsumsi Kue Kering

Kue kering telah menjadi bagian penting dari tradisi kuliner masyarakat Indonesia. Baik dalam momen perayaan seperti Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru, maupun sebagai camilan harian, kue kering terus mengalami pertumbuhan permintaan. Namun, di balik tren konsumsi ini terdapat pengaruh besar dari faktor sosio-ekonomi yang membentuk pola konsumsi masyarakat. Faktor-faktor seperti

Read More »
My Cart
Wishlist
Recently Viewed
Categories

Ina Cookies Membership

Gabung jadi member Ina Cookies dan dapatkan harga terbaik!